pandemik covit -19

Virus Corona
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.
Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Walaupun lebih banyak menyerang lansia, virus ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.
Corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).
Selain virus SARS-CoV-2 atau virus Corona, virus yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu coronavirus, COVID-19 memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan MERS, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan keparahan gejala.
Tingkat Kematian Akibat Virus Corona (COVID-19)
Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Republik Indonesia, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga 14 Mei 2020 adalah 16.006 orang dengan jumlah kematian 1043 orang.
Dari kedua angka ini dapat disimpulkan bahwa case fatality rate atau tingkat kematian yang disebabkan oleh COVID-19 di Indonesia adalah sekitar 6,5%. Case fatality rate adalah presentase jumlah kematian dari seluruh jumlah kasus positif COVID-19 yang sudah terkonfirmasi dan dilaporkan.
Merujuk pada data tersebut, tingkat kematian (case fatality rate) berdasarkan kelompok usia adalah sebagai berikut:
⦁ 0–5 tahun: 2,6%
⦁ 6-17 tahun: 0,67%
⦁ 18–30 tahun: 1,17%
⦁ 31–45 tahun: 2,39%
⦁ 46-59 tahun: 8,9%
⦁ >60 tahun: 17,3%
Dari seluruh penderita COVID-19 yang meninggal dunia, 0,6% berusia 0–5 tahun, 0,5% berusia 6–17 tahun, 10,7% berusia 31–45 tahun, 39,6% berusia 46–59 tahun, dan 45% berusia 60 tahun ke atas. Dari data tersebut bisa disimpulkan bahwa risiko kematian pada pasien COVID-19 yang berusia di bawah 50 tahun lebih rendah jika dibandingkan pasien yang sudah berusia lanjut.
Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, 64,9% penderita yang meninggal akibat COVID-19 adalah laki-laki dan 35,1% sisanya adalah perempuan.
Gejala Virus Corona (COVID-19)
Gejala awal infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus Corona.
Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius)
Batuk kering
Sesak napas
Ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul pada infeksi virus Corona meskipun lebih jarang, yaitu:
Diare
Sakit kepala
Konjungtivitis
Hilangnya kemampuan mengecap rasa atau mencium bau
Ruam di kulit
Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona.

Kapan harus ke dokter
Segera lakukan isolasi mandiri bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang telah disebutkan di atas, terutama jika dalam 2 minggu terakhir Anda berada di daerah yang memiliki kasus COVID-19 atau kontak dengan penderita COVID-19. Setelah itu, hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.

Bila Anda mungkin terpapar virus Corona tapi tidak mengalami gejala apa pun, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit, cukup tinggal di rumah selama 14 hari dan membatasi kontak dengan orang lain. Bila muncul gejala, baru lakukan isolasi mandiri dan tanyakan kepada dokter melalui telepon atau aplikasi mengenai tindakan apa yang perlu Anda lakukan dan obat apa yang perlu Anda konsumsi.

Bila Anda memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter, jangan langsung ke rumah sakit karena itu akan meningkatkan risiko Anda tertular atau menularkan virus Corona ke orang lain. Anda bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi ALODOKTER agar bisa diarahkan ke dokter terdekat yang dapat membantu Anda.

ALODOKTER juga memiliki fitur untuk membantu Anda memeriksa risiko tertular virus Corona dengan lebih mudah. Untuk menggunakan fitur tersebut, silakan klik gambar di bawah ini.

Cek Risiko Infeksi Virus Corona

Penyebab Virus Corona (COVID-19)
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

Tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) yang keluar saat penderita COVID-19 batuk atau bersin
Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita COVID-19
Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang memiliki penyakit tertentu, perokok, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya pada penderita kanker.

Karena mudah menular, virus Corona juga berisiko tinggi menginfeksi para tenaga medis yang merawat pasien COVID-19. Oleh karena itu, para tenaga medis dan orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien COVID-19 perlu menggunakan alat pelindung diri (APD).

Diagnosis Virus Corona (COVID-19)
Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita COVID-19.

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:

Rapid test untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona
Swab test atau tes PCR (polymerase chain reaction) untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak
CT scan atau Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru
Hasil rapid test COVID-19 positif kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda memang sudah terinfeksi virus Corona, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi kuman atau virus yang lain. Sebaliknya, hasil rapid test COVID-19 negatif belum tentu menandakan bahwa Anda mutlak terbebas dari virus Corona.

Pengobatan Virus Corona (COVID-19)
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:

Merujuk penderita COVID-19 yang berat untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit rujukan
Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri dan istirahat yang cukup
Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh
Komplikasi Virus Corona (COVID-19)
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:

Pneumonia (infeksi paru-paru)
Infeksi sekunder pada organ lain
Gagal ginjal
Acute cardiac injury
Acute respiratory distress syndrome
Kematian
Pencegahan Virus Corona (COVID-19)
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan.
Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara rutin, beristirahat yang cukup, dan mencegah stres.
Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah.
Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput.
Larang orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.
Kondisi-kondisi yang memerlukan penanganan langsung oleh dokter di rumah sakit, seperti melahirkan, operasi, cuci darah, atau vaksinasi anak, perlu ditangani secara berbeda dengan beberapa penyesuaian selama pandemi COVID-19. Tujuannya adalah untuk mencegah penularan virus Corona selama Anda berada di rumah sakit. Konsultasikan dengan dokter mengenai tindakan terbaik yang perlu dilakukan.

Siapa Saja Orang Yang Rentan Terinfeksi Virus Corona?
Gejala coronavirus pada orang yang rentan terinfeksi virus corona cenderung lebih berat, bahkan bisa menyebabkan kematian
Orang lanjut usia atau lansia adalah salah satu kelompok yang rentan terinfeksi virus corona
Jumlah penderita dan kasus kematian akibat terinfeksi virus corona terus meningkat setiap harinya. Sejauh ini, coronavirus memang lebih sering menyebabkan gejala berat, bahkan kematian, pada kelompok orang tertentu yang rentan terinfeksi virus corona.

Siapa saja orang yang rentan terinfeksi virus corona?

Sebagian penderita virus corona baru atau Covid-19 ada yang hanya mengalami gejala ringan. Bahkan, tak sedikit pula yang justru tidak mengalami gejala sama sekali walaupun sudah positif terinfeksi virus corona.

Akan tetapi, pada beberapa orang, Covid-19 cenderung dapat menimbulkan gejala dan komplikasi penyakit yang lebih berat. Kelompok tersebut diketahui lebih rentan terinfeksi virus corona. Lantas, siapa sajakah mereka?

1. Orang lanjut usia (lansia)
Salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi virus corona adalah orang lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun ke atas. Mengapa lansia lebih rentan terhadap paparan virus corona?

Seiring bertambahnya usia seseorang, tubuh akan mengalami berbagai penurunan akibat proses penuaan. Mulai dari menurunnya produksi hormon, kekenyalan kulit, massa otot, kepadatan tulang, hingga kekuatan dan fungsi organ-organ tubuh.

Kemudian, sistem imun sebagai pelindung tubuh pada lansia pun tidak dapat bekerja dengan maksimal layaknya saat masih muda. Akibatnya, sulit bagi orang lansia untuk melawan berbagai macam bakteri atau virus penyebab penyakit, termasuk terinfeksi virus corona COVID-19.

2. Orang dengan riwayat penyakit tertentu
Gejala berat dan komplikasi serius akibat Covid-19 juga dialami oleh orang dengan riwayat penyakit tertentu, seperti orang-orang yang menderita penyakit tidak menular kronis. Risiko penyakit kronis dapat meningkat secara bertahap mulai dari usia 40 tahun.

Beberapa jenis penyakit tidak menular kronis yang mungkin diderita adalah diabetes, infeksi pernapasan akut, asma, penyakit jantung, hipertensi, kanker, serta kondisi medis lainnya yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Penyakit tidak menular sebagian besar bersifat kronis, artinya terjadi secara perlahan dan dapat menetap dalam jangka waktu yang lama. Tidak hanya berlangsung lama, penyakit kronis juga menyebabkan kondisi kesehatan penderitanya menurun secara bertahap sehingga rentan terinfeksi penyakit, termasuk virus corona.

Orang yang rentan terinfeksi Covid-19 dan memiliki penyakit penyerta kronis berisiko lebih tinggi untuk mengalami gejala berat, misalnya pada lansia.

Hal ini karena penyakit kronis menyebabkan sistem kekebalan tubuh penderitanya melemah dan lebih sulit melawan infeksi. Akibatnya, tubuh penderita penyakit kronis akan lebih mudah terserang penyakit, termasuk virus corona Covid-19.

Selain itu, perokok, penderita HIV atau AIDS, orang yang melakukan transplantasi organ atau sumsum tulang, serta orang yang mengonsumsi obat kortikosteroid dosis tinggi atau obat penekan kekebalan lainnya juga rentan terinfeksi virus corona.
3. Tenaga medis di rumah sakit
Kelompok orang yang rentan terinfeksi virus corona berikutnya adalah tenaga medis di rumah sakit, termasuk dokter dan perawat. Bagaimana tidak, mereka diharuskan untuk bersinggungan langsung dengan pasien yang terinfeksi virus corona.
Mengingat risikonya sangat tinggi, para tenaga medis perlu menerapkan prosedur, protokol, dan penggunaan alat pelindung diri tertentu guna mencegah penularan virus corona.
4. Anak-anak
Orang lansia di atas usia 60 tahun dan orang-orang dengan riwayat penyakit penyerta memang tergolong rentan terinfeksi virus corona. Namun, di beberapa negara orang-orang berusia muda ada juga yang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19.
Meski kondisi mereka mungkin tidak terlalu parah seperti pada pasien orang dewasa, tetapi risiko anak-anak, terutama bayi, terinfeksi virus corona tetap tidak boleh disepelekan. Terlebih jika anak-anak tersebut sebelumnya mengidap pneumonia yang berisiko memperburuk infeksi Covid-19.
Di Indonesia sendiri, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) mengungkapkan data anak-anak yang terkena Covid-19 di beberapa provinsi di Indonesia yang masuk dalam zona merah penyebaran virus corona.
Untuk data anak, sebanyak 6.744 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 991 Pasien dalam Pengawasan (PDP), 26 orang positif terinfeksi Covid-19, 9 orang sembuh, dan 6 orang anak meninggal dunia.
Covid-19 seringkali dikaitkan sebagai penyakit dengan sistem imun rendah sehingga anak-anak lebih rentan terkena wabah ini. Anak-anak yang terinfeksi positif COVID-19 biasanya mengalami gejala yang lebih ringan dibanding orang dewasa.
Para ahli kesehatan sendiri belum bisa menemukan efek tidak terlalu parahnya dampak penularan virus corona pada anak-anak. Akan tetapi, kemungkinan ada dua teori yang melandasi hal ini, yaitu:
Anak-anak yang masih negatif COVID-19 memang belum terekspos oleh virus ini, atau
Ada perbedaan sistem kerja antibodi dalam diri anak yang berbeda dengan orang dewasa.
Hingga kini, yang jelas, para dokter belum dapat mengambil kesimpulan mengenai dampak virus corona terhadap anak-anak. Maka dari itu, para orangtua tetap disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan agar anak-anak mereka terhindar dari infeksi virus ini.
Cara mencegah penularan virus corona pada kelompok orang yang rentan
Orang lanjut usia atau lansia dan orang dengan riwayat penyakit tertentu cenderung lebih rentan terinfeksi virus corona Covid-19 lantaran imunitas tubuh mereka yang tergolong rendah.
Kendati demikian, ada berbagai cara mencegah penularan virus pada kelompok orang yang rentan, yaitu:
1. Sering mencuci tangan
Orang yang rentan terkena virus corona wajib cuci tangan sesering mungkin
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan salah satu cara mencegah penularan virus corona
Salah satu cara pencegahan virus corona adalah dengan sering mencuci tangan. Ini berlaku bagi orang yang rentan terinfeksi virus corona dan anggota keluarga lainnya yang tinggal satu rumah dengan mereka.
Pastikan mencuci tangan setelah dari toilet, setelah batuk dan bersin, serta sebelum dan sesudah makan. Anda bisa mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.
Namun, jika Anda sulit menemukan akses air mengalir, Anda bisa mencuci tangan dengan cairan pembersih yang mengandung alkohol 60%.
Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau cairan pembersih yang mengandung alkohol dapat membantu menyingkirkan dan membunuh virus yang mungkin terdapat pada permukaan tangan Anda. Pastikan Anda mencuci tangan dengan cara yang tepat selama minimal 20 detik.
2. Menyemprotkan cairan disinfektan
Minta pengasuh lansia atau anggota keluarga di rumah untuk rutin menyemprotkan cairan disinfektan pada permukaan benda yang paling sering disentuh oleh orang banyak. Misalnya, gagang pintu, meja, kursi, keran wastafel, lemari, dan lain-lain.
Cairan disinfektan dianggap lebih efektif dalam membunuh bakteri dan mikroorganisme pada permukaan benda mati apa pun, yang menjadi perantara paparan infeksi virus atau bakteri berbahaya bila dihirup atau disentuh manusia.
3. Menjaga sistem imunitas tubuh dengan pola hidup sehat
Cara mencegah penularan virus corona pada kelompok yang rentan berikutnya adalah menjaga sistem imunitas tubuh dengan melakukan pola hidup sehat.
Saat Anda merasa sudah menjaga kesehatan diri dengan cukup baik, maka risiko kekhawatiran atau ketakutan Anda akan tertular penyakit menjadi lebih kecil. Jadi, cobalah terapkan pola hidup sehat dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Makan makanan yang bergizi seimbang.
Minum air putih yang cukup, minimal 2 liter untuk orang dewasa.
Konsumsi suplemen vitamin, apabila diperlukan.
Lakukan olahraga secara rutin di rumah.
Tidur yang cukup, minimal 7-9 jam untuk orang dewasa.
Hentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol.
Sempatkan waktu untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi.
4. Jaga jarak dengan orang yang sedang sakit
Orang yang rentan terinfeksi virus corona sebaiknya menghindari orang yang sedang sakit
Sebisa mungkin, jaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota keluarga yang sedang sakit
Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit, termasuk orang yang mengalami gejala batuk atau bersin. Jika memungkinkan, jaga jarak setidaknya 1 meter dari anggota keluarga yang tinggal satu rumah dan dalam kondisi sedang sakit. Atau gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya.
Pasalnya, saat seseorang batuk atau bersin, mereka akan mengeluarkan percikan cairan yang mengandung virus dari hidung atau mulutnya.
Jika jarak Anda terlalu dekat dengannya, Anda bisa menghirup percikan cairan sehingga menyebabkan Anda tertular penyakit yang dialami oleh orang tersebut, termasuk virus corona Covid-19.
5. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut
Cara mencegah penularan virus corona lainnya adalah dengan menghindari sentuh mata, hidung, dan mulut, sampai tangan sudah dalam kondisi bersih.
Pasalnya, sehari-hari Anda mungkin menyentuh benda apa pun yang berada di sekitar Anda. Disadari atau tidak, benda-benda tersebut dapat berisiko meningkatkan penyebaran virus di tangan Anda.
Saat tangan menyentuh mata, hidung, dan mulut maka virus dapat masuk ke dalam tubuh sehingga membuat Anda jatuh sakit.
6. Menjaga kebersihan saat batuk dan bersin
Orang yang rentan terinfeksi virus corona wajib menjaga kebersihaan saat batuk atau bersin
Tutup hidung dan mulut menggunakan tisu saat bersin atau batuk
Ketika Anda bersin dan batuk, pastikan Anda menutup hidung dan mulut dengan siku bagian dalam atau tisu. Setelah itu, langsung buang tisu di tempat sampah tertutup dan bersihkan tangan menggunakan air mengalir dan sabun, atau hand sanitizer.
Dengan ini, Anda dapat melindungi orang lain di sekitar Anda, terutama orang lansia dan orang dengan riwayat penyakit kronis tertentu dari berbagai macam virus, seperti flu, pilek, hingga COVID-19, yang mungkin keluar melalui percikan cairan dari mulut dan hidung.
7. Ikuti protokol kedatangan sampai di rumah setelah bepergian
Jika ada anggota keluarga yang masih bepergian ke luar rumah di tengah wabah corona, pastikan untuk mengikuti protokol kedatangan sampai di rumah setelah bepergian berikut ini agar terhindar dari penularan virus corona:
Lepas sepatu di pintu, sebelum masuk ke rumah
Semprotkan cairan disinfektan pada barang yang dibawa bepergian
Membuang tanda terima yang tidak diperlukan
Jangan menyentuh barang apa pun dan jangan langsung beristirahat
Segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
Buka pakaian
Mandi hingga bersih
8. Hubungi dokter atau rumah sakit jika mengalami gejala penyakit tertentu
Apabila kelompok orang rentan terinfeksi virus corona yang tinggal serumah dengan Anda mengalami gejala penyakit tertentu, terutama gejala coronavirus, hubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu guna mendapatkan pertolongan medis ke rumah sakit.

pandemik covit -19 | Admin | 4.5