Jawaban Permasalahan Asupan Makanan untuk Bayi dan Anak-Anak

Anak-anak memerlukan asupan makanan yang berbeda dari orang tua. Hal ini perlu diperhatikan bahkan semenjak mereka masih bayi. Ada banyak permasalahan yang mungkin muncul saat anak sudah mulai makan. Misalnya saja jika anak susah makan, alergi, pilih-pilih makanan, dan lain-lain.

Sebagai orang tua ada baiknya mempelajari terlebih dahulu asupan makanan yang baik bagi anak-anak. Kesehatan anak sangat bergantung pada pola asuh orang tua mereka sehari-hari. Berikut ini beberapa jawaban atas permasalahan asupan makanan untuk bayi dan anak-anak:

  1. Ngemil Sehat Untuk Anak, Apa Saja?

Ada banyak pilihan makanan ringan untuk anak-anak yang mengandung vitamin dan mineral. Makanan ringan memang terkadang memiliki label kurang sehat bagi kebanyakan orang. Namun ini tergantung pada kandungan dari makanan tersebut. Misalnya saja biskuit untuk anak yang memang perlu diperiksa bahan-bahan yang terkandung di dalamnya apakah sesuai dengan kebutuhan anak dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Makanan ringan berupa buah akan sangat baik bagi anak-anak. Buah cukup mudah didapat seperti buah pisang yang dapat langsung dimakan oleh anak-anak. Buah lain seperti pepaya dan apel juga bisa jadi pilihan. Perhatikan apakah anak tahan dengan buah tersebut dan pastikan buah tidak busuk, karena beberapa buah bisa menyebabkan anak diare.

Selain buah-buahan, makanan ringan lain yang baik untuk anak antara lain yogurt, sayuran, mini sandwiches, kue beras, kue oat, dan keju. Tetap perhatikan reaksi anak terhadap makanan tersebut karena setiap anak berbeda-beda.

  1. Menghadapi Anak Yang Susah Makan

Orang tua sering kesulitan saat menghadapi anak-anak yang rewel saat makan. Mereka biasanya hanya mau makan makanan tertentu saja sehingga asupan kebutuhan nutrisinya tidak tercukupi. Orang tua memang perlu terus berusaha namun tidak perlu terlalu khawatir. Ada banyak strategi yang bisa dilakukan agar anak bisa makan makanan beragam sesuai dengan kebutuhannya. Cobalah untuk terus memberikan asupan makanan dari susu yang merupakan kebutuhan anak dari bayi.

Makan bersama keluarga atau saudara yang seumuran bisa mendorong anak untuk makan apa yang dimakan oleh orang lain. Berikan contoh untuk memakan makanan yang beragam saat makan bersama sehingga anak menjadi terbiasa dengan makanan tersebut.

Anak yang suka memilih makanan biasanya hanya terjadi saat mereka masih kecil saja dan akan berubah seiring berjalannya waktu. Namun tentu sebagai orang tua kita tetap harus berusaha agar asupan nutrisi mereka tercukupi sejak kecil sehingga tumbuh kembang dapat berjalan dengan baik.

  1. Anak Yang Tidak Bisa Makan Daging

Daging mengandung protein yang dibutuhkan baik oleh anak-anak ataupun orang dewasa. Namun gigi anak yang masih kecil kadang tidak mampu untuk mengunyah daging dengan baik sehingga mereka tak bisa menelannya. Orang tua tidak perlu memaksakan anak untuk makan daging yang tidak bisa ia makan dengan baik karena ada banyak jenis makanan lain yang juga mengandung protein.

Makanan yang dapat menggantikan protein pada daging misalnya produk susu, telur, kacang-kacangan dan ikan. Jadi anak tidak harus makan daging, berikan mereka asupan protein dari bahan lainnya yang lebih mudah ia makan. Daging juga bisa dicincang terlebih dahulu sehingga lebih empuk dan anak dapat memakannya lebih muda.

  1. Anak Yang Makan Berlebihan

Tak hanya orang tua, anak-anak juga bisa menderita kelebihan berat badan. Saat anak terlihat gemuk, mereka masih terlihat lucu namun ini perlu mendapatkan perhatian karena kurang baik bagi kesehatan. Makanan yang disediakan orang tua sebenarnya adalah yang anak makan karena saat masih kecil mereka tidak bisa membeli makanan sendiri. Jadi orang tualah yang berperan dalam menyediakan menu makanan beserta jumlahnya.

Memasak makanan sendiri di rumah membuat kita lebih mengontrol asupan makanan anak. Saat membeli masakan kita tidak tahu apa saja bahan dan bumbu makanan yang dimasukkan. Jadi lebih baik kalau kita memasak makanan sendiri dengan porsi yang cukup sehingga anak tidak terbiasa untuk memakan makanan di luar dan meminta untuk beli makanan.

Anak-anak sama seperti orang tua kadang memiliki selera makan yang tinggi dan kadang pula rendah. Jangan terlalu memaksakan anak untuk menghabiskan makanan mereka. Namun tetap sediakan makanan anak dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan mereka.

  1. Anak Tidak Mau Makan Buah Dan Sayuran

Tak sedikit orang tua yang akhirnya mengalah pada anak mereka yang tidak mau makan buah ataupun sayuran. Padahal buah dan sayuran dibutuhkan oleh anak-anak. Smoothies atau jus bisa jadi bentuk lain yang bisa mengenalkan buah-buahan pada menu makanan anak. Tapi tetap kita harus mengenalkan buah sesungguhnya dalam bentuk utuh ataupun potongan pada anak-anak.

Menyembunyikan buah ataupun sayuran dalam makanan yang diberikan dapat menjadi solusi dalam jangka pendek. Namun untuk jangka panjang, tetap perlu mengenalkan buah dan sayuran tersebut secara utuh. Ajak anak ikut berbelanja ke pasar atau supermarket dan kenalkan mereka sayur-sayuran serta buah. Saat anak sedikit besar, mereka juga bisa diajak untuk mengolah makanan tersebut bersama-sama.

Contoh bisa jadi dorongan bagi anak untuk ikut makan buah dan sayuran. Biasakan untuk makan buah di depan anak-anak tanpa perlu memaksa mereka terlebih dahulu. Saat anak melihat kita makan buah dengan lahap mereka pasti akan penasaran dan ingin mencobanya. Kebiasaan sehat disekitar anak-anak perlu dikembangkan sehingga mereka juga mengikuti pola hidup di sekitarnya

  1. Menghindari Gluten Pada Anak

Gluten merupakan tipe protein yang biasanya terdapat pada gandum dan sereal lainnya. Ini sebenarnya tidak harus disediakan untuk anak karena protein juga bisa didapat dari sumber makanan lainnya. Saat ini banyak orang yang mulai menghindari gluten dan memakan makanan lainnya.

Masalahnya menghindari gluten akan membuat kita menghindari banyak makanan yang sebenarnya menyediakan nutrisi yang baik.  Misalnya roti yang mengandung gluten, rata-rata juga memberikan asupan vitamin dan mineral di dalamnya. Jika kita berhenti makan itu maka kita perlu mencari tambahan vitamin dan mineral dari sumber makanan lainnya.

Tidak perlu terlalu anti terhadap gluten atau kelompok makanan yang kita anggap kurang sehat. Ini karena saat akan menghindari suatu kelompok makanan perlu panduan yang jelas. Jangan sampai malah anak kekurangan asupan nutrisi yang dibutuhkan.

Memiiki anak ataupun bayi perlu perhatian khusus salah satunya pada asupan nutrisi yang diberikan. Anak-anak memiliki kebutuhan yang berbeda untuk tumbuh kembang mereka. Tubuh mereka yang masih muda dan kecil cenderung rentan terhadap penyakit sehingga makanan yang sehat harus terus diberikan.

Sebagai orang tua sebaiknya terlebih dahulu memperbaiki pola hidup keluarga secara keseluruhan dan diikuti dengan memberikan asupan nutrisi pada anak dengan baik. Anak yang berkecukupan nutrisinya akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Mereka juga perlu diberikan nutrisi dari luar berupa lingkungan keluarga yang juga berpola hidup sehat.

Jawaban Permasalahan Asupan Makanan untuk Bayi dan Anak-Anak | Admin | 4.5