Alternatif Makanan bagi Penderita Diabetes Tipe 2

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang berpengaruh terhadap kinerja tubuh dalam mengelola glukosa (gula darah). Glukosa adalah salah satu sumber energi bagi tiap sel diantaranya jantung, otot hingga otak. Maka dari itu, gula darah ini sangat penting bagi tubuh. Memanfaatkan glukosa ini, tubuh membutuhkan hormon insulin. Dan pada penderita diabetes, tubuh gagal dalam menghasilkan insulin atau dalam kondisi lain penghasil insulin yang tidak berfungsi seperti yang diharapkan.

Seseorang yang terkena diabetes memiliki tubuh yang tidak merubah gula darah menjadi tenaga secara efektif. Alhasil, kadar glukosa pun menjadi berlebih dalam darah sehingga memicu masalah kesehatan. Berdasar penjelasan di atas, diabetes terbagi menjadi 2, yaitu:

Diabetes Tipe 1

Suatu kondisi dimana tubuh tidak memproduksi insulin sama sekali. Namun hal ini hanya sekitar 10 persen saja dari jumlah kasus diabetes di dunia.

Diabetes Tipe 2

Dimana tubuh tidak cukup menghasilkan insulin agar bisa berfungsi sesuai harapan. Kasus ini terjadi mendominasi penderita diabetes di dunia.

Dengan kondisi tubuh yang demikian, penderita diabetes wajib menjaga pola makan mereka. Pola makan sehat kaya nutrisi, rendah lemak serta kalori, dilengkapi buah, sayur dan biji-bijian utuh sangat dianjurkan. Ini karena pola makan memegang peran penting terhadap perkembangan penyakit DM sekaligus menunjang proses terapi pengobatan yang ditempuh. Berikut ini beberapa kategori makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita penyakit gula;

Karbohidrat Kompleks.

Sebagai sumber karbohidrat, orang Indonesia memang cenderung menggunakan nasi putih dan roti putih sebagai asupan utama. Bagi penderita, gunakan sumber karbohidrat lain seperti halnya buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh hingga olahan susu rendah lemak.

Daging Rendah Lemak atau Ikan.

Kandungan protein yang tinggi pada daging tak berpengaruh terhadap kadar gula darah seperti halnya pada karbohidrat. Tentunya jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, maka daging ikan, daging rendah lemak ataupun dada ayam tanpa kulit bisa dijadikan pilihan tepat untuk para penderita diabetes.

Makanan Berserat.

Serat terkenal dapat mengurangi risiko sakit jantung serta membantu mengendalikan kadar gula darah. Serat terdapat dalam sayur, buah, kacang-kacangan, tepung gandum serta beras beserta kulit ari.

Protein dan Lemak Sehat.

Hindarilah daging merah serta daging olahan. Pola makan dengan kandungan lemak tak jenuh bisa mengurangi risiko diabetes serta sakit jantung. Minyak kanola serta minyak zaitun adalah alternatif sumber lemak yang baik sama dengan lemak dari alpukat, kacang-kacangan serta biji-bijian.

Kayu manis.

Rempah yang konon memiliki efek yang sama dengan insulin ini diketahui juga membantu menurunkan tingkat gula darah penderita diabetes. Penelitian dalam sebuah studi di Jerman menyebutkan ekstrak kayu manis memiliki efek moderat untuk menekan kadar gula darah pasien diabetes walau masih memerlukan penelitian lanjutan.

Baca juga : Berbagai Macam Manfaat Olahraga Kardio Untuk Tubuh

Zat Pengganti Gula

Rasa manis memang tidak bisa terlepas dari selera manusia. Namun bukan berarti ini berarti akhir bagi lidah para pasien. Mereka hanya harus jeli memilih makanan demi mengendalikan tingkat gula darah supaya tidak melonjak drastis. Apabila sangat ingin mengonsumsi gula, penderiat bisa mencoba zat pengganti gula. Lain halnya dengan gula alami yang merupakan zat karbohidrat, zat pemanis buatan direkayasa agar tidak menyimpan kalori dan tak akan memicu kenaikan kadar gula darah. Beberapa diantaranya adalah;

Aspartam

Zat ini dapat ditambahkan dalam makanan panas maupun dingin, namun jika suhu makanan terlalu tinggi, maka rasa manis dari aspartam kurang terasa. Selain menaati aturan penggunaan, ketahui pula kondisi Anda sebab pemanis ini berbahaya bagi penderita kelainan genetik seperti halnya pasien fenilketonuria.

Advantam

Zat yang biasanya ada pada jus buah, sirup, kue, makanan serta minuman ringan ini tergolong aman bagi penderita diabetes dengan catatan digunakan sesuai aturan.

Sakarin

Sakarin dapat ditambahkan di makanan panas ataupun dingin. Zat ini juga dapat dikonsumsi para penderita diabetes, namun hindari penggunaan sakarin bagi hamil dan menyusui.

Sukralos

Zat ini biasanya ada dalam makanan yang telah melalui berbagai proses. Sama halnya dengan beberapa pemanis buatan di atas, zat ini juga bisa dikonsumsi pada kondisi dingin maupun panas.

Acesulfam

Acesulfam biasa ditemukan pada makanan yang telah melalui proses seperti pemanggangan atau olahan lain. Zat pemanis ini juga bisa digunakan di makanan panas atau dingin.

Mengontrol tingkat gula darah pada penderita diabetes bisa dilakukan dengan memerhatikan gizi dalam asupan serta menggunakan terapi obat. Anda bisa tetap menikmati makanan yang manis menggunakan pemanis buatan, asal penggunaannya sesuai aturan dan sesuai dengan kondisi tubuh. Konsutasikan pada dokter untuk mendapatkan pola makan yang paling tepat sesuai dengan kondisi Anda, termasuk halnya obat yang Anda butuhkan.

Alternatif Makanan bagi Penderita Diabetes Tipe 2 | Admin | 4.5